Bekerjalah sesuai dengan Passionmu!

Pernahkah para sahabat sekalian mendengar kalimat yang seperti itu?

Kita sering membaca tulisan tentang bagaimana seseorang dapat berangkat from nothing to everything karena mengikuti dan menekuni passionnya. Cerita-cerita tersebut menginspirasi banyak orang untuk dapat melakukan hal yang sama, menekuni passionnya.

Namun, berapa banyak orang yang kita kenal baik, mengikuti passionnya dan menemui kegagalan? Anda dapat mencoba untuk mengetik kata kunci “passion gagal” di search engine, maka Anda akan menemukan ada banyak sekali orang yang mengikuti passionnya dan kemudian gagal.

Ada orang yang mengikuti passionnya dan berhasil, lalu ada pula orang yang mengikuti passionnya dan gagal. Kesimpulan apa yang dapat kita tarik dari 2 fakta ini?

Passion tidak ada kaitannya dengan kesuksesan atau kegagalan kita melakukan sesuatu.” Hahahaha, ini bukan kesimpulan yang tepat, berhati-hatilah menyimpulkan sesuatu dari fakta-fakta yang disodorkan ke depan kita.

Sebagai praktisi NLP (Neuro Linguistic Programming), saya belajar untuk membandingkan 2 kondisi. Kalau ada orang yang menyatakan bisa sukses karena mengikuti passionnya sedangkan orang lain mengikuti passionnya dan gagal, pasti ada perbedaan dalam cara penggunaan passion itu.

Perbedaan perilaku yang menyebabkan perbedaan hasil, lalu perbedaan hasil tersebut menyebabkan perbedaan nasib.

Bagaimana sebetulnya passion dapat mendukung kita dalam mencapai keberhasilan? Kuncinya adalah pengumpulan informasi.

Disadari atau tidak, orang yang bekerja sesuai dengan passionnya cenderung lebih gigih dalam pengumpulan informasi.

15 Informasi dahsyat yang dibekali dari passion:

  1. Informasi dari artikel dan tulisan lain yang pernah dibaca
  2. Informasi yang pernah dicari dari internet
  3. Informasi dari orang-orang di dalam network (jaringan) yang memiliki passion yang sama
  4. Informasi dari banyak orang yang dapat diminta menjadi mentor
  5. Informasi dari keberhasilan pengalaman kegiatan masa lalu
  6. Informasi dari kegagalan yang pernah dialami
  7. Informasi yang muncul setelah bangkit dari kegagalan
  8. Informasi mengenai kecocokan diri dengan bidang yang digeluti
  9. Informasi mengenai dukungan orang-orang terdekat untuk bidang tersebut
  10. Informasi mengenai skill yang perlu dikuasai
  11. Informasi dari skill yang telah dikuasai
  12. Informasi mengenai pasar dan fluktuasinya
  13. Informasi mengenai harga
  14. Informasi mengenai kualitas
  15. Informasi mengenai rekanan yang diperlukan

Jadi, mengapa ada yang sukses mengikuti passionnya dan ada yang gagal?

Jawabannya adalah dari perbedaan jumlah informasi antara orang yang telah lama menggeluti passionnya sebelum menjadikannya sebagai mata pencaharian sehingga informasi yang dimilikinya sudah banyak, dan ada orang yang menerjuni bidang tersebut tanpa informasi yang cukup.

Apakah orang yang yang tidak memiliki passion di suatu bidang, bisa sukses di bidang tersebut? Jawabannya…. BISA…, selama dia memiliki informasi yang cukup.

Informasi tersebut bisa saja berasal dari pengalaman kerjanya, dan dari berbagai sumber lainnya.

Informasi yang cukup itu seberapa sih? Tidak ada ukuran yang pasti dari CUKUP.

Semua informasi yang dimiliki, pada akhirnya akan berujung pada penawaran yang bisa Anda buat untuk pasar.

Satu-satunya cara adalah tes pasar dengan survey, apabila Anda menawarkan produk dan jasa X dengan harga sekian dan pelanggan mendapat pelayanan seperti A, B, C, berapa banyak yang mau beralih kepada Anda

Apabila Anda mendapat respon yang baik sebesar 10 kali dari yang Anda rasa cukup untuk penghasilan Anda, menurut saya sudah aman untuk Anda terjun ke bidang itu (hanya sekitar 10% dari hasil survey Anda yang akan betul-betul beralih kepada Anda dalam waktu singkat).

SUKA –> BELAJAR –> BISA –> MAKIN SUKA –> BELAJAR LAGI –> MAKIN BISA –> MAKIN SUKA dan seterusnya adalah siklus pengembangan diri yang bisa di mulai dari titik manapun, dari SUKA (Passion), BISA (Pengalaman Kerja), maupun BELAJAR.

Tidak ada jalan pintas untuk pengalaman, semuanya harus ditumpuk satu persatu dengan tangan ini” Kazuki Yamamoto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *