“Modal bisnis yang cukup itu berapa, sih?”
Mungkin banyak di antara kita yang sering bertanya-tanya demikian saat ingin memulai bisnis sendiri. Tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan di atas, karena perhitungan modal juga sangat tergantung dari jenis dan ukuran bisnis yang hendak dijalankan.
Sebelum kita bicarakan lebih lanjut mengenai kebutuhan modal untuk bisnis. Kalau saya pribadi, membagi modal untuk memulai sebuah bisnis menjadi 2 jenis:
- Modal Financial
- Modal Personal
Apa itu modal financial? Bagi saya modal finansial adalah modal berupa uang atau barang yang bankable (dapat dijaminkan) untuk digunakan dalam pembiayaan operasional bisnis.
10 sumber modal financial:
- Cash / uang tunai
- Deposito
- Surat berharga
- Perhiasan
- Logam Mulia
- Tanah dan bangunan
- Kendaraan
- Kartu Kredit
- Kredit tanpa agunan
- KEBABAT (dana dari Keluarga, Kerabat, dan Sahabat)
Lalu, apa itu modal personal? Modal Personal bagi saya adalah hal-hal yang kita miliki, yang tidak bisa ditukarkan secara langsung untuk mendapatkan dana operasional bisnis, namun sangat menentukan hasil akhir sukses atau tidaknya sebuah bisnis.
Modal Personal adalah hasil investasi kita terhadap diri kita sendiri sampai hari ini.
18 macam modal Personal:
- Jaringan (Network)
- Penguasaan bidang usaha (Field Mastery)
- Penguasaan diri (Self Mastery)
- Self Branding
- Trust
- Pengalaman
- Strategic Goal Setting Skill
- Communication Skill
- Selling Skill
- Specific Skill (skill khusus yang dibutuhkan dalam bidang usaha yang dijalankan)
- Multiplication Skill
- Leadership Skill
- Financial Management Skill
- Organizational Management Skill
- Logistics & Inventory Management Skill
- Administration Skill
- Online marketing Skill
- Onsite marketing Skill
Tentu saja, selain yang disebutkan di atas, masih banyak lagi sumber modal financial dan modal personal lainnya. Tidak semua modal financial itu perlu digunakan sekaligus, tetapi 16 macam modal personal itu hampir seluruhnya dibutuhkan, meskipun dapat diterapkan dengan level yang berbeda-beda.
Mungkin kita pernah mendengar kalimat-kalimat seperti, “Beli franchise tanpa modal”, atau “beli properti modal dengkul”, nah, modal yang dimaksud di sini adalah modal financial.
Betul-betul bisakah di aplikasikan yang namanya beli tanpa modal financial tersebut?
Ya, jawabnya bisa, dengan memiliki modal personal yang cukup baik, semua bisa diusahakan.
Hanya saja, selain biaya perolehan, pada sebagian besar bisnis tersebut kemudian muncul yang namanya operational costs, hutang piutang, dan rugi laba, yang mana tentu saja kembali butuh modal financial yang cukup, untuk tarik ulur dalam uji ketahanan dan pengembangan usaha terkait.
Semakin banyak modal finansial yang bisa digunakan, semakin baik.

Lalu apakah ada rumusan minimal modal usaha finansial yang dibutuhkan untuk memulai suatu usaha? Tidak ada rumusan pasti. Semakin berpengalaman seseorang dalam bidang terkait, semakin tepat perhitungan kebutuhan dananya.
Bagi sahabat-sahabatku yang baik, beberapa pengalaman yang saya alami dan cerita dari kawan-kawan, jika ini adalah bisnis pertama Anda, maka saya usulkan agar Anda membuat dan menghitung proyeksi cashflow 1 tahun ke depan.
Dalam proyeksi cashflow itu dapat terlihat minimal dana finansial yang dibutuhkan. Saran saya adalah, Anda memiliki modal usaha finansial minimal 3x lipat lebih banyak dari angka yang muncul melalui proyeksi cashflow tersebut.
Untuk apa 3x lebih banyak? karena akan ada banyak pengeluaran yang di luar perhitungan awal, sehubungan dengan ini adalah bisnis pertama Anda, atau ada biaya-biaya yang terlalu rumit sehingga Anda akhirnya hanya menebak dan membulatkan saja.
7 alasan proyeksi cashflow bisnis baru meleset:
- Ketidak sesuaian volume sales pada versi proyeksi dan aktualnya
- Biaya-biaya overhead di luar dugaan
- Kenaikan harga beli (material, barang dagangan, dll)
- Ketidak sesuaian produktivitas SDM
- Banting harga dari pesaing
- Piutang yang terlambat dibayar
- Piutang yang tidak terbayar
Demikian yang dapat saya sampaikan dalam artikel ini, setidaknya miliki modal usaha finansial minimal 3x proyeksi kebutuhan untuk mendapatkan ketahanan bisnis baru Anda yang lebih baik.
